News &
Updates

News Image

Share

SATRIA 2026: Inovasi Berbuah Prestasi
27 Oktober 2026

Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris, Senin, 19 Oktober 2026, Festival Kurikulum Merdeka SATRIA Surabaya 2026 menjadi ajang bagi sekolah-sekolah untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Bertempat di Gedung Wanita, kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 hingga sekitar pukul 15.00 WIB ini diikuti oleh 50 sekolah, terdiri atas 25 SMP dan 25 SD. SMP Santa Maria Surabaya menjadi satu-satunya sekolah swasta Katolik yang hadir setelah mendapat kesempatan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk berpartisipasi dalam festival tersebut.

Kepala Sekolah SMP Santa Maria Surabaya, Ibu Martha, Fanya, dan Josh untuk mewakili sekolah. Kami bertugas untuk memamerkan sekaligus mempresentasikan berbagai karya dan inovasi siswa kepada para pengunjung. Melalui kegiatan ini, mereka memperkenalkan hasil pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan, kreativitas, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sesuai dengan enam bidang SATRIA, yaitu Science, Arts, Technology, Research, Innovation, dan Agriculture, SMP Santa Maria Surabaya menghadirkan beragam karya menarik. Bidang Science menampilkan lengan hidrolik, maket sel tumbuhan dan sel hewan, portfolio praktikum, serta Integrated Learning tentang tekanan darah dan analisis zat adiktif. Bidang Arts menghadirkan jaranan, batik hasil kegiatan kokurikuler kelas VIII selama live in di Desa Pentingsari, Yogyakarta, majalah sekolah, dan modul kokurikuler. Dalam bidang Technology, siswa memperkenalkan robotik serta pemanfaatan aplikasi digital untuk membuat poster dan media kreatif. Bidang Research menampilkan hasil penelitian, seperti sabun dari minyak jelantah dan ampas kopi, serta penelitian lainnya. Pada bidang Innovation, karya yang diperkenalkan meliputi permainan papan edukatif tentang passive voice serta pengolahan bahan menjadi produk yang lebih bermanfaat, termasuk sabun dari minyak jelantah dan sabun eco-enzyme. Sementara itu, bidang Agriculture menampilkan pot hidroponik dan hasil panen kangkung. Berbagai karya tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi juga mendorong siswa untuk bereksperimen, menciptakan solusi, dan menghasilkan inovasi nyata. 

Tentu prestasi tersebut tidak lepas dari kerja keras bapak/ibu guru yang telah mengumpulkan kembali barang-barang tersebut dan teman-teman yang telah membuat barang-barang dengan teliti dan menarik sehingga dapat dipamerkan. Pada awalnya, pihak sekolah diminta untuk mengumpulkan dokumentasi-dokumentasi pelaksanaan SATRIA di lingkungan sekolah. Tanpa diduga, ternyata sekolah kami mendapat penghargaan untuk menjadi salah satu finalis dari 25 SMP yang terpilih. Meski dengan waktu yang terbatas dan mendadak, bapak/ibu guru dan kami mampu bekerja sama dengan baik dalam memilih barang-barang yang layak dipamerkan namun tetap mampu mencerminkan pelaksanaan SATRIA di sekolah kami.

SMP Santa Maria Surabaya tidak hanya melakukan program SATRIA ini agar bisa mengikuti festival dari Dinas Pendidikan, namun sudah dilaksanakan selama bertahun-tahun seperti ekstrakurikuler robotik, permainan passive voice, dan masih banyak lagi. Berbagai karya tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran tidak berhenti di dalam ruang kelas saja, melainkan terus tumbuh menjadi aksi nyata yang menginspirasi, melahirkan inovasi tanpa batas, dan membentuk generasi yang siap membawa perubahan positif bagi masa depan. Oleh sebab itu, kami juga bangga karena hasil usaha kami bisa berbuah dan dapat memperoleh penghargaan yang lebih besar yakni dengan berhasil memperoleh Juara Harapan III di festival ini. 

Harapan kami adalah agar program SATRIA yang digencarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya dapat dilaksanakan terus oleh siswa-siswi SMP Santa Maria Surabaya agar kemenangan ini tidak berhenti disini, melainkan dapat dilanjutkan terus menerus agar pada akhirnya bisa mewujudkan “Komunitas pembelajaran yang kritis, kreatif dan inovatif dalam mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan seturut semangat Santa Angela”. 

 

Salam Serviam

 

(Penulis : Skolastika Zefanya Alona 8C/34 dan Josh Matthew T. 9C/11)