News &
Updates

News Image

Share

Rekoleksi Penguatan Spiritualitas Pendidik: Menabur Kasih, Merawat Kesabaran”
10 Juli 2026

Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris, Selasa 7 Juli 2026, pukul 08.00 – 10.00 WIB, bertempat di ruang Denzensano, dilaksanakan rekoleksi guru dan tenaga pendidik SMP Katolik Santa Maria Surabaya. Rekoleksi ini merupakan kegiatan wajib untuk mengolah spiritualitas para guru dan tenaga pendidik sebelum menyambut tahun ajaran baru 2026/2027. Pembicara rekoleksi ini dibawakan oleh RP. Ignatius Priyambodo Widhi Santoso, CM atau biasa dipanggil Romo Pri. Tema rekoleksi ini adalah menabur kasih – merawat kesabaran dengan pembawaan yang serius santai pokoknya lihat situasi.

Para peserta sangat antusias dalam mengikuti rekoleksi tersebut dari awal hingga akhir. Diawal rekoleksi Romo Pri mengajak para guru, staf TU, dan karyawan untuk mengingat kilas balik perjuangan selama mengabdi. Para guru, staf TU, dan karyawan ini ada yang sudah 33 tahun, 30 tahun, 22 tahun dan bahkan juga ada yang baru 2 tahun mengabdi di SMP Santa Maria Surabaya ini. setelah itu Romo Pri mengajak secara pribadi untuk berefleksi diri tentang kenangan menarik dengan cara yang lebih kekinian, yaitu melalui selfie dan membuat video pendek tentang tempat yang menarik selama mengabdi bagi para guru, staf TU, dan karyawan. 

Setelah melakukan kegiatan selfie dan membuat video pendek, semua peserta kembali ke ruang rekoleksi untuk sharing tentang kesan pribadi serta pengalaman salama mengabdi. Para peserta rekoleksi sangat semangat untuk sharing tentang pengalaman selama mengabdi di SMP Katolik Santa Maria Surabaya. Setelah itu para peserta diajak Romo Pri untuk mensyukuri seluruh perjalanan pengabdian tersebut dalam sebuah meditasi. Dalam meditasi tersebut para peserta diajak mengingat perjuangan pengabdiannya melalui tangan dan kaki mereka dan mengucapkan syukur terima kasih pada tangan dan kaki mereka karena telah menemani suka duka perjuangan pengabdiannya. 

Romo Pri mengatakan bahwa “menjadi Guru adalah panggilan Jiwa”, artinya kita sebagai guru staf TU, dan karyawan diajak untuk mendidik anak dengan totalitas. Para guru juga diajak menjadi role model atau contoh guru yang bahagia. Romo Pri juga menyampaikan bahwa “Guru yang bahagia akan menghasilkan murid yang bahagia”. Bila guru melaksanakan tugasnya dengan bahagia, maka seluruh murid juga akan antusias dalam belajar dan pembelajaran itu akan dijalaninya dengan bahagia. 

Pentingnya doa dan kontemplasi bagi para guru, staf TU, dan karyawan untuk mengatasi kekeringan iman, kata Romo Pri. Artinya dalam mendidik anak bukan sekedar mengajar saja, namun seluruh tugas itu dimahkotai dengan pengantaraan Tuhan melalui doa. Doa dan kontemplasi juga menyuburkan iman kita, sehingga selama menjalankan tugas mendidik anak, iman kita tidaklah kering dan juga kita lebih semangat menjalankan tugas tersebut. 

Diakhir rekoleksi, Romo Pri memberkati seluruh peserta dengan Sakramen Mahakudus. Acara tersebut sangatlah khidmat dan diikuti peserta dengan khusuk. Hal tersebut menjadikan semangat baru bagi para guru, staf TU, dan karyawan. Sebagai benang merah Romo Pri mengatakan bahwa “Allah telah menitipkan di pundakmu, segala kemampuan untuk mengatasi kesulitan dan salib hidupmu”. Artinya para guru dan tenaga pendidik diajak untuk mensyukuri segala bentuk pengalaman baik maupun buruk sebagai bentuk pengudusan diri melalui mendidik anak di SMP Santa Maria Surabaya. 

 

(Penulis: Yustinus Chrisna Surya Putra, Pengampu Bidang Studi Agama Katolik)