Feature News
Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris, melangkah pertama kali ke lingkungan SMP Santa Maria memberikan kesan yang mendalam dan penuh dengan rasa kagum sekaligus gugup. Sebagai siswa baru, atmosfer sekolah yang baru dan asing membuat saya cemas dan ragu untuk berkomunikasi. Namun, proses adaptasi saya dapat berjalan dengan baik dan menyenangkan, berkat sapaan hangat dan keramahan dari para guru dan panitia MPLS. Selama 3 bulan berada di sekolah ini saya belum memiliki ketertarikan untuk masuk ke Komunitas Pastoral, sampai pada akhirnya saya ditunjuk menjadi petugas misdinar untuk misa kelas pada hari Rabu. Sejak saat itulah saya selalu ditunjuk untuk menjadi petugas pastoral dan melayani saat misa sekolah. Melalui kata Serviam, saya disadarkan bahwa saya di sini tidak hanya untuk belajar, tetapi juga selalu siap melayani.

Selama saya bergabung di Komunitas Pastoral, saya dipercaya untuk menjadi misdinar. Memikul tanggung jawab ini berarti saya harus berkoordinasi dengan pihak sekolah, mempersiapkan peralatan misa dan melayani imam di altar selama perayaan ekaristi. Tantangan terbesar muncul saat harus mengoordinasikan tim di tengah jadwal akademis yang padat, atau ketika ada perubahan mendadak sesaat sebelum misa dimulai. Namun, di bawah bimbingan guru pendamping dan kerja sama solid antar-anggota pastoral, setiap hambatan berhasil kami lalui. Momen paling berkesan bagi saya adalah saat saya melayani misa paskah para suster, ketika kami mengeluarkan energi dan waktu luang kami untuk berlatih bersama petugas-petugas lainnya. Selama menjadi misdinar saya belajar arti sejati dari disiplin waktu dan ketulusan dalam melayani tanpa pamrih.

Pengalaman bergabung dalam Komunitas Pastoral selama tiga tahun telah membawa perubahan sikap dan karakter yang luar biasa dalam proses pendewasaan diri saya. Saya yang dulunya pemalu kini tumbuh menjadi pribadi yang lebih berani memimpin dan bertanggung jawab. Saya juga memahami betapa pentingnya kerja sama antar-anggota pastoral dan komunikasi yang jelas demi kelancaran tugas suci. Bagi saya, makna Serviam bukan hanya sekadar slogan, melainkan keterbukaan hati untuk selalu siap melayani sesama dalam kehidupan sehari-hari.
Kini, perjalanan saya di SMP Santa Maria hampir usai. Saya bersyukur atas tiga tahun yang begitu indah di SMP Santa Maria. Banyak kenangan manis bersama teman-teman, guru, dan Komunitas Pastoral yang akan selalu saya rindukan. Momen yang paling berkesan bagi saya selama tiga tahun ini adalah semua keseruan, canda tawa, dan kebersamaan selama di Bali. Pesan dan harapan saya bagi adik-adik kelas, jangan pernah menyerah dan jangan pernah ragu untuk memilih jalan yang benar. Harapan pribadi saya, semoga saya lebih bisa menjalankan tugas-tugas saya dengan penuh tanggung jawab dan lebih serius dalam meraih impian atau cita-cita saya.
(Penulis: Dimas Segara T., 9A/11)