Feature News
Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris, Saat pertama kali memasuki SMP Santa Maria, perasaan saya bercampur antara kagum dan gugup. Saya kagum melihat lingkungan sekolah yang luas dan bersih, tetapi sekaligus gugup karena takut tidak mendapatkan teman. Namun, kekhawatiran itu perlahan hilang karena melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), saya mulai mengenal habitus-habitus positif yang diterapkan di sekolah ini. Saya juga belajar mendalami nilai SERVIAM, belajar untuk mampu bersosialisasi dalam memecahkan masalah, berani memimpin, serta bekerja sama dalam suatu kelompok. Melalui rangkaian kegiatan yang seru ini, saya akhirnya bisa mengenal guru-guru yang ramah, mendapatkan banyak teman baru, dan juga mengenal berbagai organisasi yang menarik di SMP Santa Maria. Melalui P5 sendiri, kami diajak untuk brain storming dan presentasi di depan kelas secara berkelompok. Awalnya saya malu-malu dan merasa kurang percaya diri.
Namun, seiring berjalannya waktu, saya berhasil menemukan potensi diri saya dalam hal berpikir kreatif dan berbicara di depan umum. Saya menjadi tahu bahwa saya berminat dalam brainstorming dan memimpin diskusi bersama teman-teman. Selama MPLS, saya juga diajak untuk berkenalan dengan organisasi dan komunitas yang ada di sekolah. Komunitas yang akhirnya saya ikuti adalah Duta Lingkungan dan juga Dewan Penggalang. Alasan saya memilihnya karena setahu saya di SMP lain tidak ada Duta Lingkungan sehingga saya tertarik untuk mencoba, dan saya juga sangat tertarik dengan salah satu kegiatan yang ada di komunitas Dewan Penggalang yaitu Perjusa sehingga, saya ikut bergabung dalam komunitas tersebut.

Salah satu organisasi atau komunitas yang paling saya tekuni di sekolah adalah Dewan Penggalang (DP). Di Dewan Penggalang ini, jabatan atau peran yang saya jalankan adalah berkontribusi sebagai koordinator di berbagai acara yang berhubungan dengan Pramuka. Tugas dan tanggung jawab saya selama menjadi pengurus adalah untuk mengatur serta membantu teman-teman dan kakak pembina dalam mempersiapkan dan menjalankan suatu kegiatan. Selama memegang tanggung jawab ini, tentu ada tantangan yang pernah dihadapi. Salah satu tantangan terbesar bagi saya adalah ketika harus mempersiapkan kegiatan MPLS untuk menyambut angkatan baru. Pada awalnya, saya sempat bingung, tidak tahu harus melakukan apa, dan tidak memiliki ide sama sekali. Namun, tantangan tersebut justru memberikan saya pengalaman berharga dalam bekerja sama dengan teman dan guru pendamping (kakak pembina).
Melalui proses diskusi dengan kakak pembina, kami akhirnya memutuskan untuk memberikan sebuah penampilan serta presentasi demi mengenalkan organisasi Dewan Penggalang kepada adik-adik kelas. Untuk merealisasikannya, saya segera mengadakan rapat kecil bersama teman-teman anggota Dewan Penggalang lainnya. Saat rapat tersebut, saya menjelaskan hasil diskusi bersama kakak pembina, lalu mengajak seluruh anggota untuk bertukar ide kreatif agar hasilnya sesuai dengan keinginan dan persetujuan bersama. Setelah berdiskusi, saya membagi tim menjadi dua kelompok kerja, yaitu kelompok penampilan dan kelompok presentasi. Di masing-masing kelompok, kami juga menentukan koordinator internal berdasarkan hasil diskusi bersama. Kami semua bekerja keras sesuai dengan pembagian tugas masing-masing; bagian penampilan menyiapkan tari semapur, sedangkan bagian presentasi menyusun skrip yang menarik. Setelah semua persiapan selesai, saya tentu tetap meminta umpan balik dari kakak-kakak pembina untuk mengevaluasi apa yang masih kurang.

Dari semua proses itu, kegiatan atau acara yang paling berkesan bagi saya adalah saat hari-H MPLS tersebut dan juga acara Geladian. MPLS sangat berkesan karena dari segala kesulitan dan kebingungan di awal, ternyata saat hari-H acaranya bisa berjalan dengan sangat lancar. Bahkan, hasilnya banyak sekali adik kelas angkatan baru yang tertarik dan ingin bergabung dengan komunitas Dewan Penggalang. Selain MPLS, acara Geladian dan Perjusa juga sangat berkesan untuk saya karena di sana saya bisa mengenal lebih dalam lagi dengan sesama anggota DP dan juga para adik kelas. Melalui seluruh dinamika di Dewan Penggalang ini, saya mendapatkan pengalaman nyata dalam melayani sesama serta belajar tentang kedisiplinan. Saya belajar untuk disiplin mengatur waktu, bertanggung jawab penuh pada tugas, serta menurunkan ego demi melayani kelancaran kegiatan bersama di SMP Santa Maria.
Selama saya di SMP Santa Maria, saya tentu merasakan adanya perubahan sikap dan karakter dalam diri saya. Dulu saya hanya ikut-ikutan saja. Namun, sekarang saya belajar untuk memimpin, memilih pilihan sendiri, dan juga brainstorming. Saya belajar memimpin tentu dari banyak hal, seperti masuk dalam organisasi di sekolah, menjadi ketua kelompok, dan banyak hal lainnya. Walaupun begitu, baik saat menjadi ketua kelompok maupun anggota kelompok, saya belajar mengenai tanggung jawab. Setiap orang memiliki tanggung jawabnya sendiri-sendiri. Sama halnya di dalam kelompok, walaupun terkadang saya bukan ketua kelompok, saya juga memiliki tanggung jawab. Contohnya seperti mengerjakan tugas yang diberikan, membantu, dan mengumpulkan tepat waktu. Untuk mendapatkan hasil yang baik, tentu dibutuhkan kerja sama dan komunikasi antar tim yang baik.

Dengan kerja sama dan komunikasi yang baik di dalam kelompok, setiap orang dapat saling membantu, bertanya, dan bertukar ide, sehingga hasil yang didapatkan sesuai dengan keinginan setiap anggota. Melalui hal-hal tersebut juga, saya belajar untuk peduli dengan ide dan pendapat anggota. Dari hal tersebut, timbullah rasa empati dan kepedulian. Contohnya jika ada anggota yang kesulitan dan jika ada anggota yang berhalangan untuk membantu. Melalui organisasi juga, saya belajar untuk mengontrol emosi dan berpikir dengan baik. Sehingga yang dulunya saya hanya ikut-ikutan, sekarang saya sudah mampu berpikir dan mengungkapkan pendapat saya sendiri, sehingga saya semakin dewasa. Melalui pengalaman-pengalaman tersebut, cara pandang saya tentang hidup ikut berubah.
Saya menyadari bahwa dalam menghadapi masa depan, yang paling penting adalah memiliki persiapan yang matang dan tidak lagi sekedar ikut-ikutan orang lain. Pengalaman ini juga mengubah cara pandang saya tentang persahabatan. Bagi saya, sahabat adalah orang yang mampu membuat kita tertawa saat sedih, menemani kita saat kesusahan, serta tulus mendukung dan memberi bantuan tanpa harus diminta. Bersama mereka, saya bisa menjadi diri sendiri dan merasa sangat nyaman. Pada akhirnya, semua proses ini membuat saya memahami makna sejati dari semangat melayani (Serviam) dalam kehidupan sehari-hari. Melayani bukanlah sebuah beban, melainkan sebuah ketulusan. Ketika saya lelah membantu teman yang kesulitan atau mengurus organisasi, semua rasa lelah itu seketika hilang dan berubah menjadi rasa senang serta bangga yang luar biasa di dalam hati saat melihat orang lain terbantu. Nilai Serviam ini mengajarkan saya untuk terus menjadi pribadi yang peka, peduli, dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Tidak terasa saat ini saya sudah bersiap untuk lulus dari SMP Santa Maria. Saya sangat bersyukur atas segala kenangan indah dan bermakna selama tiga tahun ini. Di sekolah ini, saya tentu melewati banyak kesulitan dan tantangan. Namun, berkat semangat serta dukungan yang luar biasa dari teman-teman, guru-guru, dan orang tua, saya mampu melewati semuanya dengan baik. Segala tantangan itu tidak menjadi beban, melainkan berubah menjadi pengalaman baru yang sangat bermanfaat, seru, dan mendewasakan bagi saya. Momen yang paling berkesan dan pastinya akan selalu saya rindukan adalah saat trip ke Bali. Di sana kami bermain bersama dan melakukan kegiatan bonding yang sangat erat. Kami berfoto bersama untuk mengabadikan momen terakhir, serta saling mengungkapkan rasa terima kasih kepada satu sama lain atas perjuangan dan kebersamaan yang telah kami lalui bersama selama di SMP. Untuk adik-adik kelas, pesan saya adalah semoga kalian semua selalu diberikan semangat, kesehatan, dan kegembiraan dalam belajar.
Semoga segala kesulitan yang kalian hadapi di sekolah ini bisa terlewati dengan kepala tegak. Saya ingin mengajak kalian semua untuk memberanikan diri mencoba hal-hal baru, aktif mengeksplorasi potensi diri, serta belajar banyak hal positif di luar kelas. Jangan takut melangkah, dan semoga kalian juga bisa menemukan lingkaran pertemanan yang tulus serta saling mendukung. Besar harapan saya agar semangat Serviam yang telah kita pelajari di SMP Santa Maria ini tidak luntur, melainkan terus dijaga dan dihidupkan oleh adik-adik kelas dalam keseharian. Semoga kedepannya, adik-adik bisa menjadi pribadi yang peduli, yang mampu menjadi terang bagi sesama, serta menginspirasi semua orang di sekitar untuk terus melakukan kebaikan dan selalu gembira.
Terakhir, sebagai harapan pribadi untuk masa depan di jenjang yang berikutnya, saya berdoa semoga saat di SMA nanti saya bisa mendapatkan banyak pengalaman baru yang seru, dikelilingi oleh teman-teman yang baik, dan konsisten meraih nilai yang bagus. Semoga pondasi karakter mandiri yang saya bangun di SMP Santa Maria ini bisa terus terjaga, sehingga kelak saya dapat melangkah dengan mantap dan berhasil masuk ke universitas impian yang saya cita-citakan.
(Penulis: Evelyn Reina P., 9C/10)