Surabaya, Kampus Ursulin — Sanmaris, Murid-murid kelas 7 mengikuti kegiatan Santa Angela Camp yang diselenggarakan pada Jumat hingga Minggu, 23–25 Januari 2026, di lingkungan SMP Santa Maria. Kegiatan ini diikuti oleh para murid bersama guru serta kakak pendamping dari Catholic Family Ministry (CFM) dengan mengusung tema God’s Masterpiece. Kegiatan Santa Angela Camp bertujuan mengajak kami untuk menyadari bahwa setiap pribadi diciptakan oleh Tuhan secara istimewa, berharga, dan memiliki tujuan hidup masing-masing. Melalui rangkaian kegiatan rohani, para murid dibimbing untuk mengenal diri, membangun relasi dengan Tuhan, serta menumbuhkan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 06.35 WIB dengan penataan perlengkapan di kelas dan kamar tidur, dilanjutkan dengan pembagian kelompok serta persiapan tempat tinggal. Setelah itu, murid mengikuti latihan lagu, seperti Insieme dan O Yesus Kristus Sang Terang, kemudian menghadiri upacara pembukaan. Pada hari pertama, kegiatan juga diisi dengan misa pembukaan yang dilaksanakan di aula lantai 4. Selanjutnya, para murid mengikuti aktivitas terpisah antara murid laki-laki yang ditempatkan di Ruang Romana dan murid perempuan di aula lantai 4 bersama kakak pendamping.

Selama dua hari, Jumat dan Sabtu (23–24 Januari 2026), Santa Angela Camp diisi dengan berbagai sesi rohani yang dipandu oleh kakak pendamping CFM. Beberapa sesi yang dilaksanakan antara lain Reveal the Masterpiece, Who Am I in Christ?, Letting Go, I Am God’s Masterpiece, Me and God, Purity and Power, serta Finding Jesus. Kegiatan tersebut dikemas melalui diskusi kelompok, permainan pos, doa bersama, dan pujian, sehingga murid dapat mengikuti kegiatan dengan aktif dan antusias.
Pada hari Minggu,25 Januari 2026, para murid kelas VII mengikuti sesi Out of the Shadow yang menekankan pentingnya mewujudkan iman melalui perbuatan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Rangkaian Santa Angela Camp kemudian ditutup dengan misa penutupan yang dihadiri oleh orang tua murid. Misa penutupan berlangsung dengan penuh haru dan menjadi momen refleksi atas seluruh pengalaman iman yang telah dijalani. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para peserta kembali ke rumah masing-masing dengan membawa pengalaman iman yang berharga sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.
(Penulis: Michael Alcyon Nayottama, 7D/27)