News &
Updates

News Image

Share

Rekoleksi Kelas 8: “Aku dan Sesamaku”
18 Agustus 2026

Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris, Jumat, 31 Juli 2026 – Diselenggarakan kegiatan rekoleksi bertema “Aku dan Sesamaku” bagi siswa-siswi kelas 8 SMP Santa Maria Surabaya di Ruang Romana. Pada pagi yang cerah itu, seluruh murid mengenakan pakaian bebas dan sopan. Kami semua merasa tidak sabar untuk mengikuti rangkaian kegiatan rekoleksi tersebut. Kegiatan diawali dengan berbaris dan berjalan menuju ke Ruang Romana menerapkan prinsip Speed and Silent. Setibanya di sana, kami semua duduk berdasarkan kelompok kelas masing-masing. Kegiatan kemudian dimulai dengan meditasi bersama Ibu Agusta yang membuat kami merasa tenang dan siap untuk mengikuti seluruh proses kegiatan.

Selanjutnya, Ibu Maria menjelaskan definisi dan tujuan dari rekoleksi. Kami juga diajak untuk mengenali simbol diri, menggambarkannya, serta mendeskripsikan nilai hidup yang tertanam di dalam simbol tersebut. Setelah itu, kami berkumpul dalam kelompok untuk saling berbagi mengenai makna mendalam dari gambar masing-masing. Dari kegiatan ini, kami belajar memahami diri sendiri melalui ilustrasi, serta menyadari kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Suasana menjadi lebih seru ketika diadakan permainan yang diwakili oleh empat anak. Setiap anak yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing tersebut ditugaskan untuk menyelesaikan sebuah misi. Melalui permainan ini, kami belajar bahwa manusia tidak sepenuhnya sempurna, sehingga membutuhkan uluran tangan orang lain dalam perjalanan hidup.

Sesi berikutnya dibawakan oleh Pak Yustinus tentang Anugerah dari Allah. Kami diminta mengelompokkan anugerah Allah, baik berupa benda hidup maupun benda mati. Bagian yang paling menarik adalah saat kami diminta memprioritaskan anugerah-anugerah tersebut dalam bentuk ilustrasi akar pohon.

Melalui rekoleksi ini, kami diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih mengenal diri sendiri, mampu menghargai kelebihan dan kekurangan orang lain, serta lebih bersyukur atas setiap anugerah yang Tuhan berikan. Momen ini bukan hanya sekadar kegiatan bersama, melainkan menjadi kesempatan bagi kami untuk berhenti sejenak, melihat kembali diri sendiri, dan memahami cara untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

 

(Penulis : Vallerie Anabelle Lim, 8A/35)