Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris, pada hari Sabtu, 5 September 2026 di aula KB/TK Santa Maria Surabaya diselenggarakan penguatan spiritualitas Santa Angela Merici untuk para pendidik usia 0 s.d. 5 Tahun yang berkarya di Yayasan Paratha Bhakti. Kegiatan ini bukan sekedar seremoni atau pendalaman rohani, namun ruang perjumpaan antarunit pendidikan dari KB/TK s.d. SMA. Dalam perjumpaan melalui kegiatan penguatan spiritualitas Santa Angela Merici yang dibuka oleh Suster Hilda Sri Purwaningsih, OSU, selaku Ketua II Yayasan Paratha Bhakti diharapkan para peserta dapat menjadikan Santa Angela Merici menjadi role model yang selalu mewarnai dalam dinamika pelayanan kepada para peserta didik di unit kerja masing-masing.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan penguatan spiritualitas Santa Angela Merici yang dikemas secara menarik oleh Ibu Martha Sawitri Handayani, S.Pd., Kepala SMP Santa Maria Surabaya sekaligus sebagai pemateri utamanya. Materi yang dibawakan Ibu Martha adalah mengenai refleksi tentang kehidupan Santa Angela Merrici. Dalam refleksi tersebut dikaitkan juga dengan para pendidik usia 0 s.d. 5 tahun di Yayasan Paratha Bhakti untuk semakin meneladani kehidupan Santa Angela Merrici dalam kehidupan di sekolah dan di keluarga masing-masing. Untuk itu para pendidik diharapkan menjadi penerus Santa Angela yang membawa semangat untuk mendidik para murid dengan selalu bertumbuh, berakar dan berbuah seturut semangat Santa Angela Merici.

Dalam refleksi tersebut juga para peserta diajak untuk mengingat kembali panggilan mereka untuk menjadi pendidik di Yayasan Paratha Bhakti. Ada dalam salah satu pendidik berbagi cerita ketika ia menjadi seorang pendidik bukanlah suatu tujuan, namun ia diajak oleh teman. Selain itu, ada juga yang menjadi pendidik merupakan panggilan dalam diri. Dari itu semua para peserta diharapkan merefleksikan lebih dalam apa yang menjadi langkah-langkah atau apa yang harus kukembangkan menjadi pendidik.

Dalam akhir acara ini para peserta diajak untuk menyampaikan harapan-harapan sebagai pendidik. Dalam acara itu disediakan gambar logo serviam. Pada logo serviam itu para pendidik diajak menuliskan harapan – harapan sebagai bagian dari Serviam. Seperti semboyan dari serviam itu sendiri yang artinya “Saya Mau Mengabdi”. Setelah rangkaian kegiatan penguatan selesai, acara diakhiri dengan ibadat penutup yang dipimpin oleh Suster Aleksia, OSU.
(Penulis: Yustinus Chrisna Surya Putra, S.Fil – Pengampu Mata Pelajaran Agama Katolik)