News &
Updates

News Image

Share

Pekan Kekerabatan XII: Memupuk Semangat Persaudaraan Melalui Pramuka
17 Juli 2026

Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris, Pekan Kekerabatan XII (PK XII) merupakan kegiatan perkemahan Pramuka Katolik yang diselenggarakan pada 28 Juni–3 Juli 2026 di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Sindangsari, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Pramuka dari berbagai sekolah dan daerah di seluruh Indonesia dengan tujuan mempererat persaudaraan, melatih kemandirian, mengembangkan karakter, serta memperdalam iman. Selama tujuh hari, peserta tinggal bersama dalam regu dan mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan panitia, seperti upacara pembukaan dan penutupan, permainan, keterampilan kepramukaan, pentas budaya, serta misa harian. Melalui kegiatan tersebut, setiap peserta belajar bekerja sama, saling menghargai, bertanggung jawab, serta semakin bertumbuh dalam iman dan karakter sebagai anggota Pramuka Katolik.

Pada hari pertama, seluruh peserta berdatangan dari berbagai daerah dan melakukan registrasi. Kegiatan dilanjutkan dengan upacara pembukaan dan Festival Kuliner Nusantara. Dalam kegiatan ini, peserta dapat mencicipi berbagai makanan dan jajanan khas dari berbagai daerah. Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan misa pembukaan dan pentas budaya. Pada malam tersebut, kontingen Surabaya menampilkan Tarian Burung Garuda, Kalimantan Selatan menampilkan Tari Paris Barantai, Jawa Tengah menampilkan Bregodo Prawiroyudo, dan kontingen Batak menampilkan Tari Tor-Tor.

Pada hari kedua, peserta berziarah ke Gua Maria Sawer Rahmat di Kuningan. Di tempat tersebut, peserta melaksanakan Jalan Salib, mengikuti misa, menikmati suasana alam, kemudian kembali ke perkemahan untuk mengikuti pentas budaya. Hari ketiga diawali dengan apel dan misa harian bersama sebelum memulai kegiatan pembelajaran teknologi pertanian di Universitas Padjadjaran (UNPAD). Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari berbagai jenis alat pertanian, metode bercocok tanam, serta cara menanam buah dan sayuran. Setelah itu, peserta mengikuti kegiatan Anjang Sana Anjang Sini untuk mengenal budaya dan ciri khas dari setiap daerah, kemudian kembali mengikuti pentas budaya.

Pada hari keempat, peserta pergi ke Bandung untuk mengikuti misa di Gereja Santo Petrus Katedral. Selanjutnya, peserta mengunjungi SMA Santo Aloysius untuk praktik membuat nano enzim sekaligus mempelajari manfaatnya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Kampung Adat Cireundeu untuk mempelajari edukasi lingkungan, pengolahan singkong, serta berbagai kerajinan lokal. Hari kelima diisi dengan kegiatan jelajah atau ngabolang, belajar memainkan alat musik angklung, mencoba permainan tradisional Nusantara (Kaulinan Barudak), dan menampilkan pentas budaya. Pada hari keenam, seluruh peserta mengikuti misa penutupan, upacara penutupan, foto bersama, membongkar tenda, dan bersiap untuk pulang. Hari ketujuh menjadi akhir kegiatan, ketika seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing dengan membawa pengalaman dan kenangan yang berharga.

Melalui kegiatan PK XII, banyak pengalaman baru yang diperoleh. Kegiatan ini mengajarkan hidup mandiri, saling tolong-menolong, menjaga kebersihan, bekerja sama dalam menyelesaikan tugas, serta berani berkenalan dengan teman-teman dari berbagai daerah. Selain itu, peserta juga dapat mengenal budaya Sunda, belajar memainkan angklung, mengunjungi Kampung Adat Cireundeu, serta mengikuti ziarah dan misa harian yang semakin memperdalam iman. Berbagai pengalaman tersebut membentuk sikap yang lebih disiplin, percaya diri, dan menghargai kebersamaan.

Kegiatan PK XII memberikan perasaan senang, bangga, dan penuh syukur karena menjadi kesempatan untuk bertemu teman-teman baru, mempelajari banyak hal, serta menikmati seluruh rangkaian kegiatan selama tujuh hari, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Dari kegiatan ini, peserta menyadari bahwa kerja sama, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan iman kepada Tuhan merupakan nilai-nilai penting dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus diterapkan di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan sekitar, serta menjadi bekal untuk terus aktif dalam kegiatan Pramuka dan berkembang menjadi pribadi yang lebih mandiri, peduli, dan bertanggung jawab.

 

(Penulis: Vallery Dominique Wijaya Khusworo 8E/ 29)