News &
Updates

News Image

Share

Menyalakan Cahaya Serviam Bertumbuh Bersama Konselor Sebaya
25 Juni 2026

Feature News

Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris, “Setiap perjalanan panjang selalu berawal dari langkah kecil yang penuh tanda tanya.” Kalimat tersebut menggambarkan awal perjalanan ketika pertama kali melangkahkan kaki di gerbang SMP Santa Maria, disambut oleh lingkungan sekolah yang hangat dengan budaya Serviam yang begitu kuat, budaya sopan santun yang kental, serta berbagai pembiasaan positif yang menciptakan suasana tertib dan ramah anak. Melalui pengalaman mengikuti piket persaudaraan, budaya speed and silent, saat hening, refleksi 4F (fact, feeling, finding, future), serta disiplin positif sehingga saya belajar bahwa disiplin dibangun melalui kesadaran, tanggung jawab, dan semangat pelayanan yang berlandaskan nilai-nilai Serviam. 

Di tengah proses adaptasi sebagai siswa baru, saya mulai mengenal para guru yang penuh perhatian dan teman-teman dari berbagai latar belakang, sehingga rasa canggung perlahan berubah menjadi rasa nyaman dan peduli. Proses tersebut membantu saya menemukan minat dan potensi diri, terutama dalam kepemimpinan, kemampuan berbicara di depan umum, pengelolaan diri, dan kepedulian terhadap sesama. 

Pengalaman menjadi penengah di antara persoalan teman-teman dan kesempatan mengikuti Duta Pemantik (Pembimbing Teman Terbaik) 2025 oleh MGBK Dinas Pendidikan Kota Surabaya hingga meraih predikat first runner-up menumbuhkan empati sekaligus mengasah kemampuan saya dalam mendengarkan dan mendukung orang lain. Dari pengalaman itulah tumbuh ketertarikan saya untuk terlibat aktif dalam organisasi sekolah hingga akhirnya menemukan ruang untuk bertumbuh melalui Komunitas Konselor Sebaya sebagai wadah untuk mengembangkan potensi diri sekaligus berkontribusi dan menjadi pelopor, pelapor serta penggerak bagi lingkungan sekolah.

Perjalanan saya sebagai bagian dari Komunitas Konselor Sebaya menjadi salah satu pengalaman paling bermakna selama menempuh pendidikan di SMP Santa Maria Surabaya. Kesempatan untuk mengemban amanah sebagai Ketua Konselor Sebaya periode 2025/2026 merupakan tanggung jawab besar yang membawa banyak pembelajaran. Sebagai ketua, saya bertugas mengoordinasikan anggota, menyusun program kerja, memastikan setiap kegiatan berjalan dengan baik, serta menjalin komunikasi yang efektif dengan guru pendamping. Berbagai tantangan pun hadir, mulai dari menyelaraskan gagasan dalam tim, membagi tanggung jawab secara adil, hingga menghadapi dinamika pelaksanaan program. 

Salah satu pengalaman bekerja sama antara anggota dan guru pendamping yang paling berkesan adalah keterlibatan dalam penyelenggaraan seminar edukatif bertajuk “Teen Love in Digital Age, Lindungi Dirimu Cegah Skoliosis dan Mencegah serta Mengenal Bahaya OCSEA”, dalam perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Melalui pengalaman tersebut, saya belajar bahwa pelayanan bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan wujud kepedulian untuk hadir, mendengar, dan mendampingi sesama demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman, peduli, dan mendukung setiap individu untuk bertumbuh secara optimal.

Menjadi bagian dari Konselor Sebaya membawa perubahan besar dalam diri saya. Melalui setiap dinamika, saya belajar menjadi pribadi seorang pemimpin yang bertanggung jawab, disiplin, bijaksana, dan peka terhadap keadaan sekitar. Pengalaman ini mengajarkan bahwa komunikasi yang baik adalah fondasi dari kerja sama yang sehat, sementara empati adalah kunci untuk memahami orang lain. Saya juga belajar bahwa kepemimpinan tidak selalu berarti menjadi yang paling menonjol, tetapi mampu memberi ruang bagi orang lain untuk berkembang. 

Berbagai pengalaman yang telah saya alami dan lalui pada akhirnya dapat mengubah cara pandang saya terhadap hidup dan persahabatan bahwa setiap relasi perlu dibangun atas dasar saling menghargai, mendengarkan, dan mendukung satu sama lain dalam proses bertumbuh. Pengalaman tersebut semakin meneguhkan semangat Serviam yang ditanamkan selama tiga tahun telah membentuk, sebagai pedoman hidup saya melalui enam nilai dasarnya. Serviam yang bermakna  aku mau mengabdi inilah yang mengajarkan saya untuk melayani dengan tulus, peduli tanpa pamrih, dan hadir sepenuh hati bagi sesama.

Kini, Saya bersyukur atas perjalanan tiga tahun di SMP  Santa Maria yang telah menjadi melalui bimbingan para guru, menjadi pengalaman berharga dalam pembelajaran, pertumbuhan, dan pembentukan diri. Pengalaman, kesempatan berbicara didepan umum, mempersiapkan kegiatan, hingga saling bekerjasama dalam berbagai tantangan menjadi kenangan yang tidak terlupakan. Kepada adik-adik kelas, saya berharap agar terus berani mengambil kesempatan untuk aktif berkarya, bermimpi, berdampak positif bagi lingkungan sekitar, mengembangkan potensi diri,  menjadi pelopor dan pelapor serta melayani dengan sepenuh hati. Jagalah selalu semangat Serviam, karena nilai tersebut akan menjadi bekal berharga dalam melangkah ke masa depan. 

Bagi saya, perjalanan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah baru untuk terus bertumbuh, berkarya, dan membawa terang bagi sesama di mana pun saya berada. “Hiduplah dalam keserasian, bersatu, sehati sekehendak, terikat satu sama lain dengan cinta kasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus” Nasihat St.Angela Terakhir Artikel 2. 

(Penulis: Cornelius Clifford Lim, 9C/5)