News &
Updates

News Image

Share

Kunjungan Dewan Penasehat Provinsi Ursulin Indonesia
20 April 2026

Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris, Hari Kamis, 16 April 2026, atmosfer di SMP Santa Maria Surabaya terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Sejak mentari mulai meninggi, wajah-wajah ceria para siswa/siswi dan guru telah menghiasi setiap sudut sekolah. Hari itu merupakan momen istimewa karena keluarga besar SMP Santa Maria mendapat kehormatan atas kunjungan dari Dewan Penasehat Provinsi (DPP) Ursulin Indonesia. Kehadiran Suster Nurhayati Wiguno, OSU dan Suster Korina Ngoe, OSU membawa angin segar yang membangkitkan semangat seluruh warga sekolah.

Acara penyambutan dimulai dengan penuh kehangatan. MC membuka kegiatan dengan sapaan yang santun namun penuh energi, membuat antusiasme siswa meluap memenuhi lapangan sekolah. Sebagai bentuk persembahan awal, para siswa menunjukkan bahwa pendidikan di SMP Santa Maria tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada keterampilan tangan dan inovasi. Ekstrakurikuler Kreasi Angela tampil memukau dengan memamerkan hasil karya crochet (rajutan) mereka. Setiap simpul benang yang mereka buat tampak rapi dan estetik, mencerminkan ketekunan dan kesabaran yang menjadi ciri khas didikan Santa Maria.

Kemeriahan berlanjut dengan presentasi singkat proyek kolaborasi unik dari angkatan kelas 8. Proyek ini merupakan integrasi cerdas antara mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) dengan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Para siswa berhasil menciptakan miniatur rumah adat yang dipadukan dengan sistem hidrolik. Karya ini menunjukkan betapa nilai-nilai tradisional dan teknologi modern bisa berjalan beriringan. Miniatur rumah adat melambangkan kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia, sementara sistem hidrolik di dalamnya membuktikan pemahaman teknis yang mumpuni. Melihat karya ini, terlihat jelas bahwa para siswa sedang belajar untuk menjadi inovator yang tetap berpijak pada akar budaya bangsa.

Suasana berubah menjadi lebih memukau saat grup orkestra sekolah mulai naik ke atas panggung. Dengan alat musik di tangan, mereka mulai menenun nada yang indah. Lagu pertama yang dibawakan adalah “Mardua Holong”, sebuah lagu daerah yang diaransemen dengan istimewa, disusul dengan lagu “Aku Pasti Bisa”. Melodi yang dihasilkan seolah mengalir indah mengisi setiap celah ruangan, memberikan pesan tersirat tentang kepercayaan diri dan harapan. 

Acara dilanjutkan dengan sesi formal yakni sambutan-sambutan. Kepala SMP Santa Maria Surabaya, Ibu Martha, memberikan sambutan singkat mengenai perkembangan sekolah dan prestasi para siswa. Kemudian, suasana menjadi lebih khidmat saat salah satu suster dari Dewan Penasehat Provinsi memberikan arahannya. Beliau memberikan apresiasi yang tinggi atas semangat belajar siswa/siswi yang tetap tinggi di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Sebagai penutup yang paling dinantikan, seluruh warga sekolah, mulai dari para suster, guru, hingga siswa, bersatu dalam penampilan lagu “Insieme”. Lagu ini bukan sekadar urutan nada, melainkan sebuah lagu universal bagi seluruh komunitas Ursulin di dunia. "Insieme", yang dalam bahasa Italia berarti "Bersama", menyuarakan nilai-nilai persatuan, persaudaraan, dan kebersamaan dalam keberagaman. Seluruh siswa saling berpegangan tangan erat, membentuk rantai persaudaraan yang kokoh. Tindakan ini merupakan simbol nyata dari visi sekolah untuk selalu melangkah bersama sebagai satu keluarga besar.

(Penulis: Callysta Nathaniela Lucretia, 9C/02)