Surabaya, Kampus Ursulin - Sanmaris. Jumat-Sabtu (21-22/3/2025) Geladian Dewan Penggalang sukses digelar di OBIS Camp, Trawas. Sebanyak 34 peserta, 10 panitia, 2 alumni, dan 13 pembina berangkat kurang lebih sekitar pukul 11.30 WIB menggunakan Bus Kalisari.
Begitu tiba di lokasi, semua langsung menuju barak untuk menyimpan barang, lalu bergegas ke halaman terbuka yang sudah disiapkan sebelumnya untuk mengikuti apel pembuka. Kejutan spesial datang dari Kak Satrio dari Kwarcab Surabaya, yang memberikan motivasi sebelum kegiatan dimulai. Kak Satrio menjelaskan bahwa tujuan terpenting Kepramukaan tidak lain adalah untuk membentuk pribadi yang berkarakter baik, mandiri, dan bertanggung jawab. Para pembina, peserta, dan Kak Satrio mengharapkan semua peserta Geladian Dewan Penggalang dapat mengikuti kegiatan dua hari ke depan dengan baik. Dengan berakhirnya amanat dari Kak Satrio, menandakan bahwa apel pembuka telah selesai dan akan lanjut ke agenda kegiatan selanjutnya.
Kegiatan dimulai dengan tantangan pionering dan pembuatan tenda. Regu putri terlebih dahulu mengerjakan pionnering, sementara regu putra sibuk mendirikan tenda. Begitu juga sebaliknya, regu putri berlatih mendirikan tenda dan regu putra membuat pionnering. Setelah itu, peserta mengikuti dinamika regu, yang mencakup PBB, cara memberi instruksi, dan latihan simulasi upacara. Sore hari, setelah mandi, mereka mendapat materi tentang Sejarah dan Makna Kepramukaan dari Kak Hari, Kak Agung, Kak Fanya, dan Kak Hanna.
Saat malam tiba, waktunya makan malam!
Menu spesial hari itu adalah rawon yang menggugah selera. Setelah makan, Kak Maria, Kak Galang, dan Kak Nadine memberikan peneguhan mengenai peran dan tanggung jawab Dewan Penggalang, termasuk cara mengatasi miskomunikasi.
Acara semakin seru dengan api unggun dan yel-yel. Sebelum itu, peserta memainkan dua game yang dipimpin oleh Kak Pizgi, Kak Dewi, dan Kak Mara, berjudul Marina Merana di Menara dan mencari teks upacara yang tersembunyi. Para peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti setiap kegiatan yang ada.
Setelah api unggun, tantangan baru dimulai, yaitu Penjelajahan Malam.
Misi mereka adalah mencari pin Dewan Penggalang yang disembunyikan panitia di pos-pos tertentu. Hanya senter yang boleh digunakan sebagai penerangan. Beberapa peserta gagal menemukan pin, sehingga mereka mendapat peneguhan khusus sebelum lanjut ke refleksi diri dan ibadat malam. Akhirnya, setelah seharian penuh tantangan, semua beristirahat untuk menyambut kegiatan esok hari.
Pada pukul 05.30 WIB, peserta bangun dan mengikuti ibadat pagi lalu dilanjutkan dengan senam Anak Indonesia Sehat. Setelah itu, mereka mendapat materi tentang pengaturan lalu lintas, seperti cara menghentikan kendaraan, menyeberangkan orang, memahami bunyi peluit, dan pengenalan aturan lalu lintas lainnya.
Kemudian, peserta mengikuti kegiatan masak darurat di tengah hutan. Semua bahan sudah disiapkan oleh panitia dan pembina, dan mereka harus memasak dengan alat seadanya. Setelah perut kenyang, mereka langsung lanjut ke outbound yang terdiri dari lima pos tantangan, masing-masing dijaga oleh dua panitia. Setelah outbound, peserta mandi dan packing, lalu semua barang bawaan dikumpulkan di pendopo.
Kegiatan terakhir adalah Jam Komandan, yaitu sidang kelayakan untuk menentukan apakah peserta sudah siap menjadi Dewan Penggalang. Suasana berlangsung secara menegangkan, setiap peserta mempunyai keraguan dan ketakutan dalam hati tentang seberapa layak untuk masuk ke Dewan Penggalang. Acara diakhiri dengan apel penutup, yang mencakup pelantikan SKU dan Dewan Penggalang serta amanat dari Kak Martha tentang masa depan Dewan Penggalang di periode mendatang.
Dua hari yang penuh pengalaman dan tantangan akhirnya berakhir! Peserta pulang dengan semangat baru, siap menjadi bagian dari Dewan Penggalang 2025/2026. Salam Pramuka.
(Penulis : Zefanya Ayu Ranira 9B/27)