News &
Updates

News Image

Share

Kehadiran Relikui Santo Carlo Acutis di SMP Santa Maria Surabaya
18 Desember 2025

Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris, Pada tanggal 12 Desember 2025, SMP Santa Maria menerima kehadiran relikui Santo Carlo Acutis untuk diperkenalkan kepada para siswa/siswi mengenai kekudusannya melalui rangkaian ibadat penghormatan yang dilaksanakan di aula lantai 4.

Rangkaian Ibadat diawali dengan penjelasan relikui Santo Carlo Acutis yang dihadirkan. Relikui Santo Carlo Acutis merupakan relekui tingkat pertama, yaitu bagian dari tubuh Santo Carlo Acutis. Relekui tersebut berupa dua helai bulu mata yang disimpan dalam tempat relekui berlapis emas untuk kemudian diberikan penghormatan dengan mencium relikui tersebut sebagai pengantara menerima berkat Tuhan melalui Santo Carlo Acutis.

Setelah penghormatan relikui Santo Carlo Acutis selesai, dilanjutkan dengan merenungkan kisah perjalanan hidup Santo Carlo Acutis dibawakan oleh seorang suster dari Italia yang menjelaskan secara mendalam tentang kehidupan Santo Carlo Acutis, seorang remaja asal Italia yang dikenal karena cintanya yang luar biasa kepada Tuhan, khususnya kepada Yesus dalam Ekaristi. Santo Carlo Acutis lahir di Italia dan meninggal dunia pada tahun 2006 dalam usia 15 tahun akibat leukemia (kanker darah). Meskipun hidupnya singkat, imannya memberikan teladan yang sangat kuat, terutama bagi kaum muda.

Sejak usia 7 tahun, Santo Carlo Acutis telah menunjukkan kerinduan yang besar untuk bersatu dengan Yesus. Ia bahkan memohon kepada seorang imam agar diizinkan menerima Komuni Kudus lebih awal. Setiap hari ia pergi ke Misa dengan mengendarai sepeda sendiri, karena baginya Misa adalah kesempatan untuk bertemu langsung dengan Yesus. Seluruh hidupnya ia arahkan untuk menyenangkan hati Tuhan.

Walaupun sangat mencintai Tuhan di atas segalanya, Santo Carlo tetap menjalani kehidupan remaja seperti pada umumnya. Ia mencintai keluarganya dan teman-temannya, menyukai musik, komputer, dan sepak bola. Namun, di atas semua hal tersebut, Yesus tetap menjadi pusat hidupnya. Santo Carlo Acutis pernah mengatakan bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat membawa kebahagiaan sejati selain Yesus, karena hanya Yesuslah sumber kebahagiaan yang sesungguhnya.

Melalui kisah tersebut, suster juga menjelaskan empat hal utama yang dilakukan Santo Carlo Acutis sebagai jalan menuju surga. Santo Carlo Acutis sangat menekankan pentingnya pertobatan melalui pengakuan dosa. Ia dengan setia melakukan pengakuan dosa setiap minggu sebagai bentuk kerendahan hati dan kerinduannya untuk selalu hidup dalam rahmat Tuhan. Selain itu, ia juga rajin melakukan adorasi Ekaristi, meluangkan waktu khusus untuk menyembah Yesus.

Santo Carlo Acutis juga dikenal sangat setia mendoakan doa rosario setiap hari. Rosario disebut sebagai senjata rohani karena menceritakan kembali kisah keselamatan manusia oleh Yesus. Melalui doa ini, umat diingatkan akan pengorbanan dan cinta Tuhan yang menyelamatkan manusia, sesuatu yang tidak dikehendaki oleh kejahatan.

Selain doa dan pertobatan, Santo Carlo Acutis menempatkan Ekaristi sebagai pusat hidupnya. Ia memandang Misa Kudus sebagai pengorbanan Ekaristi yang sangat penting dan mengajak umat untuk setia mengikuti Misa, terutama setiap hari Minggu, sebagai sumber kekuatan rohani.

Setelah suster menyelesaikan kisah perjalanan hidup Santo Carlo, para peserta juga diperkenalkan dengan skapulir, yaitu sebuah tanda devosi yang disertai doa rohani khusus. Melalui skapulir ini, Bunda Maria menjanjikan bahwa bagi mereka yang mengenakannya dengan iman, hidup dalam kebaikan, dan setia kepada Tuhan, maka pada saat wafat, Bunda Maria akan menuntun jiwa tersebut menuju surga.

Melalui kehadiran relikui ini, kita semua diajak untuk meneladani iman Santo Carlo Acutis, yaitu mencintai Yesus dengan sepenuh hati, setia dalam doa, dan tetap hidup kudus di tengah dunia modern. Dari kehidupan santo muda ini, kita belajar bahwa kekudusan dapat diraih sejak muda dalam kehidupan sehari-hari, bahwa iman dan teknologi dapat berjalan beriringan, dan bahwa ketekunan dalam iman yang sederhana seperti misa harian, doa rosario, dan pengakuan dosa merupakan fondasi hidup rohani yang dapat membentuk jiwa yang luar biasa. Teladannya mengajarkan bahwa kasih kepada Ekaristi adalah hati dari kehidupan kristiani yang sesungguhnya. Semoga kehadiran relikui Santo Carlo Acutis tidak hanya menjadi kenangan, tetapi juga dapat mengubah hati, menumbuhkan iman, membangkitkan semangat kekudusan, serta menginspirasi setiap peserta untuk mengarahkan bakat dan minatnya bagi kemuliaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Penulis: Michelle Audry G., 9B/25 dan Callysta Nathaniela L., 9C/2