News &
Updates

News Image

Share

Fenomena ‘Kidult’, Wajar atau Aneh?
17 Mei 2024

Kampus Ursulin Surabaya - (Kamis/16/05/24) Lomba Peneliti Pelajar Surabaya (LPPS) adalah lomba yang setiap tahun diadakan oleh Dinas Pendidikan Surabaya. Tujuannya  agar Kota Pahlawan dapat menghasilkan banyak peneliti muda yang berpikiran kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar. Ada tujuh kategori penelitian yang bisa diikuti oleh para siswa kelas tujuh dan delapan ; Ilmu Hayati, Fisika, Matematika, IT, Lingkungan, Sosial 1, dan Sosial 2. Setiap tahunnya ada banyak penelitian unik dan menarik dari setiap bidang yang dibuat oleh para peneliti muda dalam lomba ini.

Untuk mengikuti LPPS 2024, Jacqueline Nicole Soefianto (7B) dan Levina Savaiko Johann (8D) mengambil tema fenomena ‘Kidult’ dengan judul "Pengaruh Fenomena ‘Kidult’ Terhadap Perkembangan Pribadi dan Perilaku Seseorang dan Hubungan Sosial." Penelitian ini membahas tentang orang dewasa yang masih mempunyai  jiwa ‘innerchild yang besar dalam diri mereka, sehingga mereka masih membawa hal itu sampai dewasa. Saat mereka sudah dewasa, mereka akan berusaha memuaskan jiwa innerchild yang belum terpenuhi melalui hobi atau minat mereka yang berhubungan dengan hal-hal yang dianggap childish bagi banyak orang, contohnya seperti cosplay, bermain game, menonton anime, membaca komik, membuat kostum, dan lain-lain. “Ada pergeseran pola pikir dalam masyarakat yang sekarang didominasi oleh generasi millenial yang bagi mereka adalah hal yang normal apabila orang dewasa masih menyukai hal-hal yang childish sebab mereka tumbuh dewasa dengan menonton kartun, anime, bermain game, dan sebagainyaIni tentunya berbeda dengan pandangan orang tua di generasi sebelumnya yang beranggapan bahwa orang dewasa harusnya berperilaku selayaknya orang dewasa. Hal inilah yang membuat kami tertarik untuk membuat penelitian tentang Kidult yang terbilang masih memiliki jumlah jurnal penelitian yang sangat minim di Indonesia”, ujar Jacqueline.

Setelah mempersiapkan diri dengan literasi tentang jurnal-jurnal penelitian terkait khususnya teori psikoanalisis Sigmund Freud, kedua peneliti muda SMP Santa Maria  melakukan wawancara dengan para narasumber dalam sebuah event Pop Culture Jepang yang diadakan di salah satu mall di Surabaya. Para narasumber tersebut dipilih dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Setelah jurnal penelitian selesai mereka berlatih presentasi pemaparan materi penelitian bersama dengan guru pendamping agar siap menghadapi babak seleksi poster penelitian yang diadakan tanggal 15 Mei 2024. 

Kedua peneliti muda ini harus kembali berjuang di tanggal 16 Mei 2024 untuk babak final berupa presentasi penelitian di hadapan tiga juri. Mereka mempersiapkan diri dengan terus berlatih dan penuh semangat agar dapat meraih juara pada Lomba Peneliti Pelajar Surabaya 2024. Tak diduga, hasil kerja keras mereka  tidak sia-sia karena mereka berhasil meraih Juara II pada perlombaan ini untuk kategori Sosial I. “Perasaan kami sebelum melakukan presentasi di babak final sangatlah panik, cemas, dan takut akan tetapi guru pendamping kami mengajak kami untuk melakukan meditasi serta berdoa novena agar kami tetap tenang dan dapat memberikan yang terbaik saat presentasi di babak final dan mendapatkan hasil yang memuaskan,” ucap Aiko.

Penulis:
1. Jacqueline Nicole Soefianto (7B)
2. Levina Savaiko Johann (8D)