Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris, Sebuah momen spesial ada pada bulan Mei di keluarga besar SMP Santa Maria Surabaya. Dalam tradisi Gereja Katolik, bulan Mei dikenal dan didedikasikan sepenuhnya sebagai Bulan Maria. Bulan ini dihubungkan dengan musim semi di Eropa, yang melambangkan simbol mekarnya kehidupan baru, saat umat Katolik memandang Maria sebagai "Hawa Baru" dan Bunda Kehidupan yang senantiasa membawa umat lebih dekat kepada Yesus. Pada bulan ini, umat Katolik secara rutin mendaraskan doa Rosario setiap hari, dan kegiatan ini didukung oleh SMP Santa Maria Surabaya.

Di mulai pada hari Senin, tepatnya 11 Mei 2026, suasana pagi di sekolah terasa sedikit berbeda. Suara ungkapan doa rosario terdengar di setiap kelas. Kegiatan doa rosario dilaksanakan oleh siswa/siswi kelas 7 dan 8 sebelum mereka memulai pelajaran. Suasana hikmat dan syahdu mewarnai doa rosario bersama di salah satu kelas, yakni kelas 8D. Untaian rosario dipegang oleh siswa/siswi sebagai sarana untuk menghayati setiap rangkaian peristiwa rosario. Di depan kelas, sebuah meja digunakan sebagai tempat patung Bunda Maria, salib Yesus, dan lilin yang berguna membantu para siswa/siswi untuk memusatkan perhatian saat berdoa rosario serta dengan dipimpin oleh beberapa petugas doa menjadikan doa rosario dapat berjalan lancar dan khusyuk.

Doa Rosario di salah kelas 8, yaitu kelas 8D prosesnya dimulai dengan lagu pembuka “Salam, Ya, Ratu Surgawi”, lalu dilanjutkan dengan ungkapan rangkaian doa rosario beserta rangkaian peristiwa gembira. Doa Salam Maria didoakan setiap siswa/siswi yang mendapat giliran secara bergantian. Bersamaan itu pula diungkapkan pula ujub doa untuk diri sendiri, sesama, keluarga, orang-orang yang sakit, para guru, serta permohonan berkat bagi kelas 8D. Di akhir rangkaian doa rosario, siswa/siswi secara bersama-sama mendaraskan doa “Salam, Ya Ratu” dan kemudian menyanyikan lagu penutup “Hai Pujilah” sebagai penanda telah selesainya doa rosario pada hari itu.
Kegiatan doa rosario ini merupakan salah satu bagian dari pendidikan karakter dan penguatan iman. Melalui berdoa rosario secara bersama-sama, para siswa diajak untuk mempelajari sikap kekeluargaan dan persaudaraan, sabar, dan saling peduli. Dengan demikian Bulan Maria bukan hanya sebagai sebuah peringatan tahunan, tetapi juga menjadi waktu untuk membawa perubahan baik dan kasih Yesus ke lingkungan sekitar dan sesama.
(Penulis: Madeline, 8D/23)