News &
Updates

News Image

Share

"When a door closes, another door opens"
24 Februari 2026

Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris, Pada tanggal 20 Februari 2026, SMP Santa Maria mengundang salah satu alumni angkatan tahun 2015 bernama Felita Eleonora untuk membagikan pengalaman-pengalamannya sebagai harpist, pemain alat musik harpa dan finalis Puteri Indonesia  Perwakilan DKI 6 kepada para murid kelas 7, 8, dan kelas 9 di aula lantai 4. Felita memiliki hobi bermain alat musik harpa karena sangat menyukai musik yang begitu besar bahkan ia membuat Music Lead Organization Center untuk balita hingga anak-anak remaja. 

Kegiatan perjumpaan yang dikemas dalam bentuk talkshow yang berlangsung selama 1 jam, Felita membagikan seluruh pengalamannya, mulai dari saat dulu ia bersekolah di SMP Santa Maria dan menjadi pemain piano merupakan pengalaman yang tidak pernah ia lupakan. Lalu ia menceritakan bagaimana dapat tertarik bermain alat musik harpa serta kemudian akhirnya ia pun tertarik menjadi puteri Indonesia. Setelah talkshow, moderator memberi kesempatan bagi perwakilan dari setiap murid jenjang kelas untuk bertanya kepada Felita. 

Salah satu murid, Valerie bertanya kepada Felita,  “Mengapa ia kembali ke Indonesia, padahal di luar negeri musik lebih di apresiasi?” Felita mengaku bahwa memang betul yang ditanyakan oleh Valerie, namun menurut Felita,  ia tidak pernah melupakan rumah karena ia sangat attached dengan Indonesia. Ia berkata bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki potensi yang sangat besar karena sumber daya alam di Indonesia dan sebagainya. Felita berharap dapat mencari cara agar i dapat membantu Indonesia untuk lebih maju dan dilihat oleh dunia dalam bidang musik. Setelah sesi tanya jawab, Felita bermain sebuah lagu menggunakan harpa dengan judul “Yu Yang River”, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama. 

Kegiatan Talkshow dengan Felita Eleonora menginspirasi para murid SMP Santa Maria untuk senantiasa berani melangkah keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru walaupun perjalanannya mungkin tidak mulus dan penuh dengan tantangan. Namun dalam perjalanan tersebut kita harus bisa memiliki ketangguhan hati dan kepercayaan bahwa Tuhan akan membuka jalan dalam meraih tujuan kita, atau seperti yang dituturkan oleh Felita: "When a door closes, another door opens". Sosok Felita sebagai finalis Putri Indonesia memancarkan kewibawaan dan ketegasan yang pastinya dibentuk dari tekanan dan tantangan, namun ia percaya bahwa semua pribadi memiliki kekurangan dan kelebihan, tidak ada manusia yang terlahir sempurna, dan tidak ada yang dapat melalui perjalanan yang sempurna pula, sehingga hal itulah yang memotivasinya untuk selalu gigih untuk mencoba hal-hal yang baru dan menjadi versi dirinya yang paling baik.

(Penulis: Rochellyn, 9C/22 dan Sierra, 9E/31)