News &
Updates

News Image

Share

Student Innovation Expo “Future Sparks: Igniting Ideas, Creating the Future”
17 Maret 2026

Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris, Menyaksikan tumbuh kembang anak bukan hanya tentang perihal nilai akademik saja, melainkan bagaimana para siswa/siswi mampu mengaplikasikan ilmu pengertahuan dalam bentuk karya yang nyata. Dalam kesempatan yang berharga ini, terwujudlah suatu kegiatan Student Innovation Expo yang bertemakan “Future Sparks: Igniting Ideas, Creating the Future” yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 14 Maret 2026 di SMP Santa Maria Surabaya. Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa inovasi dapat dipupuk sejak dini melalui berbagai kolaborasi mata pelajaran dan kreativitas para siswa/siswi.

Terdapat dua proyek utama yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Proyek pertama adalah lengan hidrolik yang merupakan kolaborasi dari pelajaran Fisika, bahasa Indonesia, dan Matematika. Beberapa diskusi tanya jawab diajukan oleh orangtua atau pengunjung kepada para siswa mengenai prinsip kerja yang digunakan. Para siswa/siswi dapat menjawab dan menjelaskan dengan baik tentang tekanan pada cairan yang mampu menghasilkan gerakan mekanis dengan menggunakan Hukum Pascal. Kemudian kolaborasi pelajaran bahasa Indonesia dengan pembuatan poster lengan hidrolik sebagai iklan promosi  yang menarik perhatian. Proyek kedua adalah pembuatan diorama tentang keberagaman budaya daerah dari pelajaran PKn. Proyek ini sangat menarik perhatian para pengunjung karena banyak sekali kreativias siswa/siswi yang dipamerkan. Berbagai jenis rumah adat di Indonesia beserta lingkungannya dibuat dengan menarik mungkin, sehingga para pengunjung dan orang tua dapat secara langsung belajar kembali tentang budaya yang ada di Indonesia.

Dari kegiatan tersebut ada suatu hal lain yang menarik, yaitu sistem penilaian proyek yang melibatkan berbagai pihak sehingga diperoleh penilaian secara objektif. Penilaian proyek lengan hidrolik dilakukan dengan menerapkan sistem penilaian berbasis teknologi yakni votting melalui pemindaian QR Code yang disediakan oleh sekolah. Kemudian untuk penilaian diorama dilakukan dua teknik penilaian. Pertama, yaitu setiap kelas 8 mengirimkan perwakilan untuk mempresentasikan hasil diorama, kemudian kedua, penilaian dilakukan oleh para siswa/siswi kelas 7 dan orang tua dengan menempelkan stiker apresiasi di booth masing-masing kelompok diorama. 

Melalui kegiatan ini, dapat dibuktikan bahwa sekolah tidak hanya mengajarkan teori saja kepada  siswa/siswa, melainkan juga membangun karakter, kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan menyelesaikan masalah, kerja tim, dan public speaking yang baik. Sekolah memilikin peran untuk memberikan ruang kreativitas bagi para siswa/siswi agar bertumbuh sesuai dengan perkembangan zaman. Aplikasi pengetahuan dan pendidikan sangat penting dalam kegiatan Student Innovation Expo ini karena sebagai wadah untuk bereksplorasi yang postif dan mempersiapkan para siswa/siswi untuk tantangan di masa depan.

 

“Pendidikan bukan persiapan untuk hidup, tapi pendidikan adalah hidup itu sendiri” ─ John Dewey

 

 

(Penulis : Sherly Trifena, Orang Tua Murid Christabela, 8C/4)