News &
Updates

News Image

Share

SMP Santa Maria Surabaya menjadi Sekolah Rujukan Penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA)
3 Maret 2026

SMP Santa Maria Surabaya resmi ditunjuk sebagai sekolah rujukan dalam penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA) sesuai surat Keputusan Dinas Pendidikan Kota Surbaya Nomor : 100.3.3/5782/436.7.1/2025. Penunjukkan ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menghargai hak-hak anak.

Dalam kegiatan sosialisasi dan koordinasi internal yang digelar di lingkungan sekolah, narasumber dari tim pendamping “Ketua Asosiasi Pendidik Berspektif Hak Anak, Fasilitator Sekolah Ramah Anak” Bekti Prastyani menyampaikan bahwa penetapan sekolah rujukan harus ditindaklanjuti dengan pemenuhan instrumen penilaian yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Adapun poin-poin instrumen penilaian yang disampaikan meliputi:

1. Kebijakan Sekolah Ramah Anak
Sekolah wajib memiliki kebijakan tertulis tentang SRA, termasuk SK tim pelaksana, integrasi dalam visi-misi, serta aturan yang menegaskan komitmen anti kekerasan, anti perundungan, dan anti diskriminasi. Selain itu, harus tersedia mekanisme pengaduan yang aman dan mudah diakses oleh peserta didik.

2. Pelaksanaan Proses Pembelajaran Ramah Anak
Proses belajar mengajar harus menerapkan prinsip non-diskriminatif, pembelajaran aktif dan menyenangkan, serta penilaian yang tidak menimbulkan tekanan fisik maupun psikis. Pendidikan karakter dan nilai toleransi juga menjadi bagian penting dalam implementasinya.

3. Pendidik dan Tenaga Kependidikan Terlatih Hak Anak
Seluruh guru dan tenaga kependidikan diharapkan memahami prinsip-prinsip hak anak serta menerapkan disiplin positif dalam pembinaan siswa. Keteladanan sikap menjadi faktor utama dalam menciptakan budaya sekolah yang sehat.

4. Sarana dan Prasarana Ramah Anak
Lingkungan sekolah harus bersih, sehat, aman, serta memiliki fasilitas sanitasi yang layak. Aksesibilitas bagi anak berkebutuhan khusus dan ketersediaan ruang bermain atau ruang terbuka yang aman juga menjadi bagian dari indikator penilaian.

5. Partisipasi Anak
Peserta didik diberi ruang untuk terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan sekolah. Forum siswa dan organisasi sekolah didorong aktif sebagai wadah aspirasi anak.

6. Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat
Kolaborasi dengan orang tua, komite sekolah, serta masyarakat sekitar menjadi unsur penting dalam mendukung keberhasilan program Sekolah Ramah Anak.

Bekti Prastyani selaku narasumber menegaskan bahwa sebagai sekolah rujukan, SMP Santa Maria Surabaya tidak hanya berfokus pada pemenuhan indikator, tetapi juga diharapkan mampu menjadi contoh praktik baik bagi sekolah lain di Surabaya. Melalui komitmen bersama seluruh warga sekolah, diharapkan budaya ramah anak dapat tumbuh secara berkelanjutan dan menjadi identitas sekolah dalam mendidik generasi yang berkarakter dan berdaya saing.

 

Penulis : Suriya Atmaja Hanun, S.Kom.