Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris. SMP Santa Maria Surabaya melaksanakan kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) pada Jumat–Sabtu, 18–19 September 2026, di Lapangan Tumapel. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas VII dengan melibatkan pembina Pramuka dan anggota Dewan Penggalang sebagai panitia. Perjusa bertujuan melatih kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama antarsiswa. Kegiatan dibuka dengan pendirian tenda dan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), Ibu Martha Sawitri Handayani, S.Pd. Dalam amanatnya, Ibu Martha mengajak peserta untuk mengembangkan karakter dan menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah upacara pembukaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian Lomba Tingkat I (LT-I). Kegiatan diawali dengan tantangan mendirikan markas dan menyusun strategi regu, kemudian dilanjutkan dengan lomba pioneering berupa pembuatan menara kaki tiga yang dilengkapi poster mind map. Peserta juga mengikuti lomba menerjemahkan sandi menggunakan bendera semapor setelah diberikan waktu untuk menghafalnya. Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk melatih ketenangan, ketelitian, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama dalam regu. Peserta kemudian beristirahat, membersihkan diri, dan makan malam sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan berikutnya.

Pada malam hari, peserta mengikuti upacara penyalaan api unggun yang diisi dengan pembacaan Dasa Darma serta pertunjukan seni berupa tari dan bernyanyi. Setelah itu, peserta mengikuti kegiatan pencarian potongan teka-teki gambar yang tersebar di sekitar Lapangan Tumapel. Setelah menyelesaikan tantangan tersebut, setiap regu memilih salah satu dari tiga pos, yaitu labirin tali, pencarian kode QR dan pemecahan sandi Morse, serta penulisan komitmen mengenai sikap dalam kegiatan Pramuka. Kegiatan tersebut mengembangkan kemampuan kerja sama, koordinasi, tanggung jawab, dan refleksi diri. Setelah seluruh tantangan selesai, peserta beristirahat hingga pagi hari sebelum melanjutkan kegiatan berikutnya.

Pada Sabtu pagi, peserta mengikuti senam, membongkar tenda, membeli bahan untuk lomba memasak, serta mengikuti lomba memasak antarregu yang didampingi oleh panitia dan anggota Dewan Penggalang. Seluruh rangkaian Perjusa kemudian ditutup dengan upacara penutupan di Lapangan Tumapel yang dipimpin oleh Kamabigus, Ibu Martha Sawitri Handayani, S.Pd. Dalam amanatnya, beliau berpesan agar nilai kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Perjusa berlangsung dengan tertib dan memberikan pengalaman bagi peserta untuk belajar melalui berbagai tantangan serta kerja sama dalam regu.
(Penulis: Audrey Odelia Yonathan (8C/3) dan Alexa Angelina Gunawan (8A/4)