Surabaya Kampus Ursulin — Sanmaris, Dalam rangka perayaan Imlek, tepatnya pada tanggal 20 Februari 2026, semua murid kelas 7, 8, dan 9 diajak untuk mengenakan pakaian bernuansa merah ataupun biru untuk menyambut dan merayakan Imlek yang diadakan di sekolah. Perayaan Imlek dimulai dengan pembagian buah jeruk, untuk masing-masing anak mendapatkan satu buah, serta ditayangkan video yang menjelaskan bagaimana setiap tahun ada hewan yang dirayakan seperti pada tahun 2026 ini yang merupakan tahun kuda api. Adanya perayaan Imlek sendiri salah satunya berdasarkan dari sebuah legenda monster Nian, yang mengisahkan mengenai sebuah monster bernama Nian yang akan keluar setiap akhir musim dingin untuk memakan ternak dan manusia. Penduduk desa sendiri menyadari bahwa monster tersebut takut akan warna merah, cahaya yang terang, serta suara yang bising. Untuk itu, sampai saat ini dalam menyambut Imlek selalu disertai dengan tradisi pemasangan lampion merah, pakaian merah, dan petasan dimulai untuk mengusir monster tersebut.

Kegiatan perayaan imlek dimulai dengan pertunjukan barongsai dan para murid dari kelas 7, 8, dan 9 diajak untuk berada di pinggiran tengah area sekolah dikarenakan area yang ditengah akan digunakan untuk pertunjukan barongsai tersebut. Terdapat dua barongsai yang dipertunjukan, yaitu barongsai berwarna kuning dan barongsai berwarna merah. Banyak yang mengira atraksi singa yang enerjik ini hanya sebagai hiburan semata tetapi hal tersebut menjadi simbol keberuntungan, perlindungan, serta harapan baru bagi masyarakat Tionghoa. Selama atraksi barongsai berlangsung para murid diperbolehkan memberi angpao yang dibawa kepada barongsai. Dari pertunjukan barongsai terlihat bahwa banyak murid yang memberikan angpao dengan penuh sukscita dan bahkan beberapa murid mendapatkan hadiah dari barongsai. Setelah pertunjukan barongsai tersebut semua siswa - siswi SMP diberikan waktu istirahat selama 15 menit. Setelah istirahat selesai, semua murid berada di kelas masing-masing dan mereka diberikan tugas untuk membuat kaligrafi menggunakan kertas buffalo merah. Di kegiatan ini para siswa - siswi dianjurkan untuk menuliskan Xīn Nián Kuài Lè (新年快乐) atau gōng xǐ fā cái (恭喜发财) dan berkreasi sendiri dengan menghias kaligrafi sebagus mungkin, setelah yakin dengan hasilnya siswa bisa menempelkannya di belakang kelas.



Semua rangkaian aktivitas pada hari perayaan Imlek tersebut telah mengajak dan menginspirasi para murid untuk berani mencoba hal-hal baru sama halnya dengan semangat Imlek yang selalu membawa harapan baru setiap tahunnya. Diharapkan para murid tidak hanya sekadar menikmati perayaan Imlek sebagai hiburan saja, namun melalui aktivitas yang diselenggarakan mereka dapat belajar pula untuk mengembangkan kreativitas, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan berani keluar dari zona nyaman dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
(Penulis: Jeanice Princessa R., 8C/15 dan Michelle Audrey G., 9B/25)