Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris, Dalam rangka menyambut sekaligus mengamalkan nilai-nilai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026, Tim Pastoral SMP Santa Maria Surabaya menyelenggarakan lomba kerohanian bagi murid-muridnya. Salah satu lomba utama yang menjadi sorotan dan diikuti dengan antusiasme tinggi oleh para murid adalah Lomba Mazmur.

Perlombaan yang diikuti oleh perwakilan siswa-siswi dari jenjang kelas 7 hingga kelas 9 ini berlangsung dengan khidmat. Panitia memilih kapel biara sebagai lokasi utama. Keputusan ini berhasil menghadirkan atmosfer spiritual yang syahdu dan mendukung kekhusyukan para pemazmur muda saat melantunkan ayat-ayat suci.
Mazmur sendiri dalam liturgi Gereja Katolik bukanlah sekadar nyanyian. Para peserta tidak hanya dinilai dari kemerduan vokal atau ketepatan teknik pernapasan semata. Lebih dari itu, mereka dituntut memiliki pemahaman mendalam terkait pemenggalan kalimat suci (phrasing), artikulasi yang tegas, serta penjiwaan teks secara utuh.

Satu per satu peserta menunjukkan keberanian luar biasa saat menaiki mimbar kapel. Alunan tanggapan Mazmur yang megah menggema di seluruh kapel, menciptakan kidung yang menyentuh hati para juri yang hadir menyaksikan jalannya kompetisi.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat dan objektif oleh dewan juri, Tim Pastoral Guru mengumumkan daftar pemenang yang berhasil meraih skor tertinggi pada masing-masing jenjang kelas:
Kelas 7
Kelas 8
Kelas 9
Perwakilan Tim Pastoral SMP Santa Maria Surabaya menjelaskan bahwa esensi utama lomba ini bukan hanya sebatas kompetisi. Pihak sekolah menempatkan kegiatan ini sebagai pendekatan bagi murid untuk menghayati Sabda Allah sejak dini, sehingga mereka berani menjadi pewarta iman di lingkungan sekitarnya.

Melalui masa persiapan dan latihan mandiri sebelum hari perlombaan, para siswa secara tidak langsung diajak untuk membaca, merenungkan, dan menghayati pesan Kitab Suci. Langkah edukatif berbasis kerohanian ini dinilai sangat efektif untuk memperkuat karakter religius siswa di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan BKSN ini ditutup dengan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta. Baik yang berhasil membawa pulang kejuaraan maupun yang belum, seluruh pemazmur muda ini telah mendedikasikan talenta terbaik mereka demi kemuliaan nama Tuhan.
(Penulis: Robin Ervito H., 9B/28)