News &
Updates

News Image

Share

Bukan Sekadar Latihan! SMP Santa Maria Surabaya Bangun Generasi Tangguh Bencana
30 September 2026

SURABAYA — Suasana SMP Santa Maria pada hari Rabu, 30 September 2026, mendadak berubah ketika sirene tanda bahaya berkumandang nyaring. Aktivitas pembelajaran yang sedang berlangsung seketika dihentikan. Namun, tidak terlihat adanya kepanikan. Seluruh siswa, guru, dan warga sekolah dengan sigap melaksanakan prosedur penyelamatan diri dalam simulasi bencana gempa bumi. Dengan panduan dari sentral, selama kurang lebih tiga menit, seluruh warga sekolah berlindung di bawah meja untuk melindungi diri dari kemungkinan benda-benda yang jatuh akibat guncangan gempa. Setelah situasi dinyatakan aman, proses evakuasi pun dimulai. Dengan tertib dan penuh kewaspadaan, siswa dan guru berjalan cepat menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Tas diletakkan di atas kepala sebagai pelindung untuk mengantisipasi benda yang mungkin terjatuh selama proses evakuasi. Langkah demi langkah dilakukan dengan disiplin, mengikuti arahan petugas dan guru pendamping.

Kegiatan ini bukan sekadar latihan biasa, melainkan bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana dan kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Simulasi penanggulangan bencana alam ini diselenggarakan oleh SMP Santa Maria Surabaya bekerja sama dengan BPBD Kota Surabaya (Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya). Kegiatan ini bertujuan membekali seluruh warga sekolah dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat, khususnya bencana gempa bumi.

Harapannya, melalui kegiatan simulasi mitigasi bencana alam gempa bumi ini, siswa tidak hanya memahami langkah-langkah penyelamatan diri dari membaca buku pelajaran saja, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Mulai dari mengenali bunyi sirene sebagai tanda bahaya, berlindung di tempat yang aman, hingga melakukan evakuasi menuju titik kumpul dengan tertib. Kerja sama dengan BPBD Kota Surabaya yang berlokasi di Jalan Jemursari Timur II Nomor 2 ini menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Upaya penanganan keadaan darurat juga terintegrasi dengan layanan Command Center 112 sebagai bagian dari sistem layanan darurat Kota Surabaya.

Melalui simulasi ini, SMP Santa Maria Surabaya ingin menanamkan pesan penting bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kesiapsiagaan tidak cukup hanya dengan mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga membutuhkan latihan, kedisiplinan, ketenangan, dan kerja sama. Pengalaman menghadapi simulasi ini diharapkan mampu membentuk siswa yang lebih tanggap, tidak mudah panik, serta mampu mengambil tindakan tepat ketika menghadapi keadaan darurat.

“Bencana datang tanpa peringatan, tetapi kesiapsiagaan adalah kunci untuk menyelamatkan diri.”

Penulis: Lucia Dewi Nusantara, S.Pd. (Pengampu Mapel IPA)