News &
Updates

News Image

Share

Belajar Budaya dan Merajut Kenangan di Desa Pentingsari
12 Oktober 2026

Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris, Live in merupakan kegiatan kokurikuler tahap ke-2 yang dilaksanakan oleh siswa/siswi kelas 8. Live in selama 4 hari 3 malam, dimulai dari hari Selasa s.d. Jumat, 6 s.d. 9 Oktober2026 . Pada hari pertama siswa/siswi tiba di sekolah pukul 5.15 WIB dan berkumpul di kelas masing masing untuk melakukan persiapan menuju bus masing-masing. Tepat pukul 5.50 WIB, kami berangkat menuju lokasi live in dan untuk mengawali perjalanan menuju ke lokasi live in, kami pun berdoa rosario bersama di bus kami masing-masing. Waktu yang dibutuhkan dari Surabaya menuju Yogyakarta kurang lebih 5 jam. 

Setelah melalui perjalanan dengan  waktu seakan tidak terasa pergantian jamnya, kami semua sampai di Desa Pentingsari, Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepat pukul 12.00 siang. Warga desa pun menyambut kami semua dengan antusias dan kami di arahkan menuju ke pendopo dengan membawa barang bawaan kami. Setelah tiba di pendapa kami meletakkan barang bawaan kami masing-masing lalu mengantre untuk mengambil makan siang. Makan siang pun berakhir dan kegiatan live in dibuka dengan pembawa acara dari warga desa dan kata sambutan dari  ketua panitia live in, yaitu Pak Alda. 

Selepas penyampaian kata sambutan ,kegiatan dilanjutkan dengan pembagian homestay yang akan ditinggali oleh para siswa/siswi peserta live in. Para siswa/siswi di sambut oleh induk semang mereka masing-masing dan diarahkan menuju ke homestay mereka dengan induk semang mereka masing-masing. Setibanya di homestay siswa/siswi melakukan bersih diri dan berinteraksi dengan induk semang mereka. Lalu siswa/siswi berkumpul kembali di pendopo untuk melakukan kegiatan membatik, panitia mengarahkan siswa/siswi dengan kelompok bus masing-masing menuju ke tempat membatik. Sesampainya di lokasi membatik, siswa/siswi langsung melakukan kegiatan membatik dengan dijelaskan terlebih dahulu  cara membuat dan jenis batik dari kakak panitia Desa Pentingsari. Siswa/siswi melakukan kegiatan ini dengan penuh antusias dimulai dari melukis batik, mewarnai batik, merebus batik hingga menjemur batik. Selesainya membatik siswa/siswi menulis kegiatan yang sudah dilakukan di buku modul kokurikuler. Kegiatan hari pertama pun berakhir dan siswa/siswi kembali pulang ke homestay masing-masing untuk bersih diri kembali dilanjutkan makan malam bersama induk semang dan berinteraksi dengan induk semang dan diakhiri dengan menulis refleksi pribadi di buku modul serta istirahat malam.

Hari kedua kegiatan live in para siswa/siswi bangun di pagi hari yang sejuk, sebelum memulai kegiatan siswa/siswi sarapan pagi dan bersih diri di homestay masing-masing. Pukul 07.00 pagi siswa/siswi kembali ke pendopo dengan menggunakan baju outbound/siap basah karena di hari kedua ini siswa/siswi akan melakukan kegiatan cukup banyak. Setelah berkumpul di pendopo kakak panitia mengabsen siswa/siswi melalui per homestay, lalu kakak panitia mengarahkan siswa/siswi per bis untuk menuju ke tempat yang akan dilakukan banyak kegiatan. Siswa/siswi sangat antusias melakukan kegiatan di hari kedua ini karena kegiatan sangat seru dimulai dari membajak sawah dengan sapi, menanam padi, menangkap lele, dan bermain bola lumpur serta ditutup dengan tracking ke sungai. Semua pos sudah dibagi sesuai dengan pembagian kelompok bus masing-masing. 

Siswa/siswi sangat senang ada yang bermain bola lumpur sampai basah ada yang ‘jago’ menangkap banyak lele dan masih banyak lagi. Setelah 4 kegiatan tersebut selesai semua siswa/siswi diarahkan menuju ke sungai untuk bermain di sungai bersama. Sebelum bermain di sungai para siswa/siswi berfoto bersama seangkatan. Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu yaitu bermain sungai bersama, semua siswa/siswi merasa senang sekali bisa bermain di sungai dengan teman-teman seangkatan. Setelah bersenang-senang di sungai siswa/siswi kembali ke homestay dan melakukan bersih diri serta makan siang bersama induk semang. 

Pukul 13.00 siswa/siswi kembali menuju ke pendopo untuk bersiap-siap ke pospembuatan tempe, pengolahan kopi, pengolahan jamur, dan pengolahan wedang rempah. Di kegiatan selanjutnya ini siswa/siswi bisa belajar UMKM yang ada di Desa Pentingsari.  Entrepreneur studies bertujuan agar siswa/siswi bisa mengolah bahan makanan untuk dijual bagi masyarakat sekitar. Kegiatan kewirausahaan pun berakhir, siswa/siswi melanjutkan dengan kembali homestay untuk melakukan bersih diri dan makan malam. Pukul 18.45 siswa/siswi kembali ke pendapa untuk pembagian kelompok ronda malam. Sebelum melakukan kegiatan ronda malam siswa/siswi diberi pengarahan mengenai tata tertib ronda malam di desa dan cara menggunakan kentongan yang baik dan benar oleh Babinsa Desa Wisata Pentingsari. Selasainya pengarahan, ronda malam pun dimulai sesuai dengan kelas masing-masing. Sebelum melakukan ronda malam dilakukan foto bersama sesuai kelas. Setelah foto bersama petugas yang membawa obor dan kentongan dibagi menjadi dua; ada yang di depan ada juga yang di belakang. Tiap kelas ada  dua kakak panitia yang menjaga serta satu warga desa yang menjaga. Ronda malam berakhir pukul 21.00 malam dan siswa/siswi kembali ke homestay untuk melakukan doa rosario bersama serta menuliskan refleksi hari kedua. 

Hari ketiga live in, siswa/siswi akan melakukan banyak kegiatan. Siswa/siswi akan bangun pagi, bersih diri serta makan pagi terlebih dahulu di homestay. Kegiatan pagi hari sudah selesai siswa/siswi dilanjutkan ke pendopo untuk melakukan kegiatan pertama  yaitu siswa/siswi akan belajar membuat kesenian wayang suket, merangkai janur, pembelajaran seni gamelan dan pembelajaran seni tari. Sebelum melakukan kegiatan pertama di hari ketiga siswa/siswi akan diabsen sesuai homestay dan akan dibagi menjadi 4 kelompok sesuai kelompok bus. Setelah semua siap siswa/siswi berangkat menuju pos-pos yang sudah dibagi oleh kakak panitia Desa Wisata Pentingsari. Semua siswa/siswi mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias dan  bersemangat memahami budaya yang ada di Jawa. Kegiatan berakhir pukul 11.30 dan siswa/siswi kembali ke homestay untuk makan siang dan dilanjutkan dengan masak bersama induk semang. Siswa/siswi mengolah bahan makanan dari singkong, sesuai dengan kreativitas masing-masing. Dari hasil masakan, siswa/siswi membawa makanan ke pendapa pukul 14.30 untuk dinilai oleh kakak panitia. Saat pukul 14.30 siswa/siswi juga membawa peralatan yang akan digunakan untuk melakukan gotong royong bersama. 

Sesampainya di pendapa siswa/siswi meletakkan makanan mereka di meja untuk dinilai oleh juri, setelah meletakkan makanan siswa/siswi lanjut untuk menyapu area di dalam dan luar pendapa. Dengan kegiatan ini siswa/siswi bisa belajar mengenai gotong royong dengan teman-teman dan belajar untuk mencintai lingkungan. Kegiatan sore ini berakhir, siswa/siswi kembali ke pendapa untuk cuci tangan dan mencoba makanan satu sama lain yang sudah dinilai oleh juri. Setelah itu, siswa/siswi kembali ke homestay untuk bersih diri dan makan bersama, siswa/siswi kembali ke pendopo pukul 18.45 untuk melanjutkan kegiatan di malam hari yaitu kenduri, penampilan tari Punokawan, dan menonton video selama kegiatan live in. Kenduri dalam budaya Jawa bermakna tradisi berkumpul bersama untuk berdoa dan memohon keselamatan, kelancaran hajat, atau sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Kenduri biasanya makan nasi tumpeng bersama yang berarti Tuhan Yang Maha Esa selalu berada di atas untuk memberkati kita. Sembari menunggu pembukaan acara di malam terakhir ada pertunjukkan gamelan dan sinden untuk mengiringi malam terakhir live in. Setelah makan bersama siswa/siswi diajak menonton bersama pertunjukkan tari Punokawan yang bermakna teman yang memiliki pemahaman luas untuk saling menasehati satu sama lain. Pertunjukkan berakhir dilanjutkan dengan pengumuman lomba masak dengan pemenangnya diraih oleh homestay Ethan 8B sebagai juara I, homestay Louisa 8C sebagai juara II, dan homestay Silvia 8E peraih juara III. Selepas pembagian hadiah juara memasak, acara dilanjutkan dengan menonton video kegiatan selama live in 4 hari 3 malam. Dengan video ini siswa/siswi bisa memiliki banyak kenangan dengan teman-teman serta memiliki kisah yang akan selalu diingat hingga nanti. Waktu sudah berlarut malam acara pun sudah selesai dan ditutup akhirnya siswa/siswi kembali ke homestay masing-masing. 

Hari terakhir di Pentingsari, hari yang paling sedih karena sudah waktunya siswa/siswi berpisah dengan induk semang. Hari dimulai dengan sarapan bersama induk semang berinteraksi dengan induk semang di hari terakhir ini. Sebelum menuju pendopo siswa/siswi berfoto bersama dengan induk semang dan berpamitan untuk kembali ke Surabaya. Setelah berpamitan siswa/siswi langsung menuju ke pendapa dengan membawa barang bawaan masing-masing dan berkumpul sesuai dengan bisnya masing-masing. Sesudah berkumpul Bapak/Ibu Guru memberi arahkan pada siswa/siswi destinasi yang akan dikunjungi. Akhirnya siswa/siswi berpamitan dengan kakak panitia dan warga desa lalu menuju ke bis masing-masing. Saat pertama kali datang warga desa menyambut siswa/siswi dengan antusias dan saat hari terakhir warga desa juga mengantar siswa/siswi pulang dan mendoakan yang terbaik bagi siswa/siswi SMP Santa Maria Surabaya. 

Tiba di bus kami langsung berangkat menuju tempat oleh-oleh, selama perjalanan siswa/siswi berdoa rosario bersama. Tak lama kemudian siswa/siswi sampai di tempat oleh-oleh, dan kami membeli oleh-oleh untuk orang rumah. Setelah berbelanja oleh-oleh kami menuju ke bis lagi untuk melakukan destinasi berikutnya yaitu ke Candi Prambanan. Sesampainya di Candi Prambanan siswa/siswi langsung melakukan tugas yaitu membuat vlog dan juga mencari banyak informasi tentang sejarah Candi Prambanan. Selain di Candi Prambanan siswa/siswi juga mengunjungi ke pasar seni. Para siswa/siswi pun berbelanja baju atau barang untuk oleh-oleh. Setelah belajar banyak hal tentang Candi Prambanan dan berbelanja kami melanjutkan perjalanan menuju tempat makan siang di Restoran Sendang Ayu. Makan siang pun berakhir dan siswa/siswi langsung berangkat menuju tol untuk melakukan perjalanan menuju Surabaya. 

Live in selama 4 hari 3 malam ini tidak terasa sudah berakhir banyak bekal yang kami bawa ke Surabaya. Tidak hanya kebersamaan dan keseruan selama di Desa Pentingsari saja, namun kami membawa kenangan dan pembelajaran yang nantinya akan berguna bagi masa depan kami. Kenangan di kelas 8 ini yang akan kami ingat selalu.

Penulis: Maria Anastasia Pascaline Sukaksono (8D/16)